Senin, 11 April 2016

TUGAS 2 KEPRIBADIAN SEHAT

1.      Kepribadian Sehat Menurut Aliran Humanistik
Aliran ini berkembang pada tahun 1950. Humanistik merasa tidak puas dengan behaviorisme maupun dengan aliran psikoanalisis. Aliran humanistik ini mengarahkan perhatiannya pada humanisasi yang menekankan keunikan manusia.
Psikologi humanistik manusia adalah makhluk kreatif yang dikendalikan oleh nilai-nilai dan pada pilihan –pilihan sendiri bukan pada kekuatan-kekuatan ketidasadaran.
Kepribadian yang sehat menurut humanistik, perilaku yang mengarah pada aktualisasi diri:
a.      Menjalani hidup seperti seorang anak, dengan penyerapan dan konsentrasi sepenuhnya
b.      Mencoba hal-hal baru ketimbang bertahan pada cara—cara yang aman dan tidak berbahaya
c.       Lebih memperhatikan perasaan diri dalam mengevaluasi pengalaman ketimbang suara tradisi, otoritas atau mayoritas
d.      Jujur, menghindari kepura-puraan dalam bersandiwara
e.      Siap menjadi orang yang tidak popular bila mempunyai pandangan sebagian besar orang
f.        Memikul tanggung jawab
g.      Bekerja keras untuk apasaja yang ingin dilakukan
h.     Mencoba mengidentifikasi pertahanan diri dan memiliki keberanian untuk menghentikannya.

2.     Menurut Allport
Secara umum teori Allport memberi definisi yang positif terhadap manusia.
“Kepribadian manusia menurut Allport adalah organisasi yang dinamis dari system psikofisik dalam individu yang turut menentukan cara-caranya yang unik atau khas dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya”
Dalam teori Allport juga memandang bahwa kesehatan psikologis adalah melihat ke depan, tidak melihat ke belakang, dapat dikatakan bahwa seluruh teori yang dikemukakan oleh Allport ini sangat bertentangan dengan teori-teori yang dikemukakan oleh Freud.
Menurut Allport, faktor utama tingkah lalu orang dewasa yang matang adalah sifat-sifat yang terorganisir dan selaras yang mendorong dan membimbing tingkah laku menurut prinsip otonomi fungsional.
Kualitas Kepribadian yang matang menurut allport sebagai berikut:
1.       Ekstensi sense of self
·          Kemampuan berpartisipasi dan menikmati kegiatan dalam jangkauan yang luas.
·          Kemampuan diri dan minat-minatnya dengan orang lain beserta minat mereka.
·          Kemampuan merencanakan masa depan (harapan dan rencana)
2.      Hubungan hangat/akrab dengan orang lain, Kapasitas intimacy (hubungan kasih dengan keluarga dan teman) dan compassion (pengungkapan hubungan yang penuh hormat dan menghargai dengan setiap orang)
3.      Penerimaan diri, Kemampuan untuk mengatasi reaksi berlebih hal-hal yang menyinggung dorongan khusus (misal : mengolah dorongan seks) dan menghadapi rasa frustasi, kontrol diri, presan proporsional.
4.      Pandangan-pandangan realistis, keahlian dan penugasan, Kemampuan memandang orang lain, objek, dan situasi. Kapasitas dan minat dalam penyelesaian masalah, memiliki keahlian dalam penyelesain tugas yang dipilih, mengatasi pelbagai persoalan tanpa panik, mengasihani diri, atau tingkah laku lain yang merusak.
5.      Objektifikasi diri: insight dan humor, Kemampuan diri untuk objektif dan memahami tentang diri dan orang lain. Humor tidak sekedar menikmati dan tertawa tapi juga mampu menghubungkan secara positif pada saat yang sama pada keganjilan dan absurditas diri dan orang lain.
6.      Filsafat Hidup, Ada latar belakang yang mendasari semua yang dikerjakannya yang memberikan tujuan dan arti. Contohnya lewat agama.
Perkembangan kepribadian menurut Allport melihat bahwa anak yang baru lahir sebagai seorang ciptaan keturunan, hanya memiliki dorongan primitif, dan tingkah laku reflek ,tidak memiliki kepribadian tapi memiliki potensi yang akan terpenuhi atau terbentuk pada saat pertumbahan dan pematangannya.
Dalam Perkembangan Proprium Allport membagi dalam beberapa tahap sebagai berikut:
        i.            0-3 tahun :
Pembanguanan keadaran diri : sense of bodily self (enak tidak enak), perasaan identitas diri berkelanjutan kesadaran sebagai subjek yang berkembang. Dalam hal ini bahasa menjadi faktor yang penting.
     ii.            4-6 tahun:
Perluasan diri dan gambaran diri. Dalam perluasan diri, perasaan keterhubungan dengan orang-orang dan hal-hal yang penting dalam lingkungannya. Relasi anak dan lingkungan tempat dia tumbuh terhubung sangat penting.
   iii.            6-12 tahun:
Kesadaran diri. Pengenalan kemampunan diri mengatasi persoalan-persoalan dengan alasan dan gagasan karena anak bergerak dari lingkungan keluarga ke masyarakat.
    iv.            Remaja
Propriate striving, pembanguanan tujuan dan rencana ke depan: intensi-intensi, long-range purposes,distant goals.Persoalan utama berkaitan dengan identitas, ”apakah saya seorang anak atau dewasa?”
      v.            Kedewasaan
Menurut Allport, faktor utama tingkah lalu orang dewasa yang matang adalah sifat-sifat yang terorganisir dan selaras yang mendorong dan membimbing tingkahlaku menurut prinsip otonomi fungsional.

3.     Menurut Rogers
Pendapat rogers : memahami dan menjelaskan teori kepribadian sehat menurut rogers, yang meliputi
a.      Perkembangan kepribadian atau “self” Menurut Rogers, pribadi yang sehat muncul dari aktualisasi diri seseorang dalam kehidupannya. Pengalaman - pengalaman yang telah terjadi memotivasi diri untuk menjadi pribadi yang lebih sehat dari sebelumnya. Perkembangan aktualisasis diri berubah sejalan dengan semakin bertambahnya umur sebagai akibat dari perkembangan biologik dan belajar. Konsep self menggambarkan konsepsi mengenai dirinya sendiri, ciri-ciri yang dianggapnya menjadi bagian dari dirinya.
b.      Peranan positive regard dalam pembentukan kepribadian individu Kebutuhan tersebut disebut “need for positive regard” Kebutuhan tersebut dibagi menjadi dua, yaitu :
1.       conditional positive regard (bersyarat),
2.      unconditional positive regard (tak bersyarat).

4.     Abraham Maslow
A.     Individu sebagai Kesatuan Terpadu
Sebelum menguraikan teori tentang Hirarki Kebutuhan, Maslow dalam karya masyhurnya, Motivation and Personality, memaparkan terlebih dahulu sejumlah proposisi yang harus diperhatikan sebelum seseorang menyusun sebuah teori motivasi yang sehat. Maslow pertama-tama menekankan bahwa individu merupakan kesatuan yang terpadu dan terorganisasi. Pernyataan ini hampir menjadi aksioma yang diterima oleh semua orang, yang kemudian sering dilupakan dan diabaikan tatkala seseorang melakukan penelitian. Penting sekali untuk selalu disadarkan kembali hal ini sebelum seseorang melakukan eksperimen atau menyusun suatu teori motivasi yang sehat
B.     Hirarki Kebutuhan
Maslow mengembangkan teori tentang bagaimana semua motivasi saling berkaitan. Ia menyebut teorinya sebagai “hirarki kebutuhan”. Kebutuhan ini mempunyai tingkat yang berbeda-beda. Ketika satu tingkat kebutuhan terpenuhi atau mendominasi, orang tidak lagi mendapat motivasi dari kebutuhan tersebut. Selanjutnya orang akan berusaha memenuhi kebutuhan tingkat berikutnya. Maslow membagi tingkat kebutuhan manusia menjadi sebagai berikut:
a.      Kebutuhan fisiologis: Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan manusia yang paling mendasar untuk mempertahankan hidupnya secara fisik, yaitu kebutuhan akan makanan, minuman, tempat tinggal, seks, tidur, istirahat, dan udara. Seseorang yang mengalami kekurangan makanan, harga diri, dan cinta, pertama-tama akan mencari makanan terlebih dahulu. Bagi orang yang berada dalam keadaan lapar berat dan membahayakan, tak ada minat lain kecuali makanan. Bagi masyarakat sejahtera jenis-jenis kebutuhan ini umumnya telah terpenuhi. Ketika kebutuhan dasar ini terpuaskan, dengan segera kebutuhan-kebutuhan lain (yang lebih tinggi tingkatnya) akan muncul dan mendominasi perilaku manusia. Kebutuhan yang dasariah, misalnya rasa lapar, haus, tempat berteduh, seks, tidur, oksigen, dan kebutuhan jasmani lainnya.
b.      Kebutuhan akan rasa aman: Segera setelah kebutuhan dasariah terpuaskan, muncullah apa yang digambarkan Maslow sebagai kebutuhan akan rasa aman atau keselamatan. Kebutuhan ini menampilkan diri dalam kategori kebutuhan akan kemantapan, perlindungan, kebebasan dari rasa takut, cemas dan kekalutan; kebutuhan akan struktur, ketertiban, hukum, batas-batas, dan sebagainya.  mencakup antara lain keselamatan dan perlindungan terhadap kerugian fisik dan emosional.
c.       Kebutuhan sosial: Setelah terpuaskan kebutuhan akan rasa aman, maka kebutuhan sosial yang mencakup kebutuhan akan rasa memiliki-dimiliki, saling percaya, cinta, dan kasih sayang akan menjadi motivator penting bagi perilaku. Pada tingkat kebutuhan ini, dan belum pernah sebelumnya, orang akan sangat merasakan tiadanya sahabat, kekasih, isteri, suami, atau anak-anak. Ia haus akan relasi yang penuh arti dan penuh kasih dengan orang lain pada umumnya. Ia membutuhkan terutama tempat (peranan) di tengah kelompok atau lingkungannya, dan akan berusaha keras untuk mencapai dan mempertahankannya. mencakup kebutuhan akan rasa memiliki dan dimiliki, kasih sayang, diterima-baik, dan persahabatan.
d.      Kebutuhan akan penghargaan: Menurut Maslow, semua orang dalam masyarakat (kecuali beberapa kasus yang patologis) mempunyai kebutuhan atau menginginkan penilaian terhadap dirinya yang mantap, mempunyai dasar yang kuat, dan biasanya bermutu tinggi, akan rasa hormat diri atau harga diri. Karenanya, Maslow membedakan kebutuhan ini menjadi kebutuhan akan penghargaan secara internal dan eksternal. Yang pertama (internal) mencakup kebutuhan akan harga diri, kepercayaan diri, kompetensi, penguasaan, kecukupan, prestasi, ketidaktergantungan, dan kebebasan (kemerdekaan). Yang kedua (eksternal) menyangkut penghargaan dari orang lain, prestise, pengakuan, penerimaan, ketenaran, martabat, perhatian, kedudukan, apresiasi atau nama baik. Orang yang memiliki cukup harga diri akan lebih percaya diri. Dengan demikian ia akan lebih berpotensi dan produktif. mencakup faktor penghormatan internal seperti harga diri, otonomi, dan prestasi; serta faktor eksternal seperti status, pengakuan, dan perhatian.
e.      Kebutuhan akan aktualisasi diri: mencakup hasrat untuk makin menjadi diri sepenuh kemampuannya sendiri, menjadi apa saja menurut kemampuannya. Maslow menyebut teori Hirarki Kebutuhan-nya sendiri sebagai sintesis atau perpaduan teori yang holistik dinamis. Disebut demikian karena Maslow mendasarkan teorinya dengan mengikuti tradisi fungsional James dan Dewey, yang dipadu dengan unsur-unsur kepercayaan Wertheimer, Goldstein, dan psikologi Gestalt, dan dengan dinamisme Freud, Fromm, Horney, Reich, Jung, dan Adler.

5.     Menurut Eric Fromm
Teori ericfromm adalah teori yang menggunakan pendekatan sosial psikologis dimana pemusatan perhatianya pada penguraian cara-cara dimana struktur dan dinamika-dinamika masyarakat tertentu membentuk para anggotanya sehingga karakter para anggota tersebut sesuai dengan nilai yang ada pada masyarakat.
Kebutuhan dasar manusia menurut Eric Fromm:
·         Kebutuhan akan keberhubungan kebutuhan ini adalah secara spesifik aktif dan produktif mencintai orang lain
·         Kebutuhan akan trandensi mengungguli alam menjadi mahluk yang kreatif
·         Kebutuhan akan kemantapan ingin meiliki rasa bersahaja pada dunia dan orang lain supaya dapat beradaptasi di dunia
·         Kebutuhan akan idenditas brusaha untuk memiliki rasa idenditas personal dan   keunikan guna menciptakan rasa yang terlepas dari dunia
·         Kebutuhan akan kerangka orientasi untukmencptakan rasa yang terlepas dari dunia
Hal kebutuhan tersebut adalah sifat alamiah dari manusia menurut fromm dan ini berubah saat evolusi namun manivestasi dari kebutuhan ini adalah akan memunculkan potensi-potensi batiniah di tentukan oleh aturan-aturan sosial di mana ia hidup dan kepribadian seseorang berkembang menurut kesempatan-kesempatan yang di berikan kepadanya oleh masyarakat tertentu.
Sehingga kepribadian sehat menurut Eric from adalah penyesuaian diri seseorang dalam masyarakat merupakan kompromi antara kebutuhan-kebutuahn batin dan tuntutan dari luar dan seseorang menerapkan kerakter sosial untuk memenuhi harapan masyarakat kepribadian sehat juga adanya keinginan untuk mencintai dan di cintai dalam bukunya Art Of Love erik Fromm mengutarakan : Dalam Civilization and Its Discontents (1930), seperti dikutip oleh Eric Fromm dalam Masyarakat yang Sehat (Terjemahan Thomas Bambang Murtianto, 1995) ia menulis:
"Manusia, setelah menemukan lewat pengalamannya bahwa cinta seksual (genital) memberinya kepuasan puncak, maka makna cinta seksual-genital menjadi prototipe bagi semua bentuk kebahagiaan manusia. Karenanya manusia terdorong mencari kebahagiaan yang ada kaitannya dengan hubungan seks, menempatkan erotisme genital sebagai titik pusat kehidupannya…. Dengan melakukan itu manusia menjadi sangat tergantung pada dunia luar, pada obyek cinta pilihannya, atau sungguh merasa kehilangan bila ditinggal mati atau ditinggal kabur."
Di mata fromm, freud memostulatkan, orang yang mencinta mengalami dirinya terlanda oleh dambaan dan rasa kekurangan, sehingga harga dirinya direndahkan. Sebaliknya, orang yang dicinta, karena dibalas cintanya dan memiliki obyek cinta, harga dirinya naik. Mencinta membuat anda lemah. Yang membuat anda bahagia ialah bila anda dicinta.

SUMBER :
Suryabrata Sumadi, B.A., M.A., Ed.S., Ph.D. Psikologi Kepribadian. PT Raja Grafindopersada. Jakarta. 2008
Hall S. Calvin & Lindzey Gardner. Teori-teori psikodinamik (klinis). KANISIUS (Anggota IKAPI). Yogyakarta. 1993
Schultz,D. Psikologi Pertumbuhan: model-model kepribadian sehat.KANISIUS. Yogyakarta.1991

Jumat, 18 Maret 2016

TUGAS I

A. KESEHATAN MENTAL
Sehat? Siapa sih yang tidak mau sehat? Pasti semua mau sehat kan? Tetapi apa sih arti dari sehat? Tidak sakit atau orang yang tinggal ditempat bersih? Yaa itu mungkin tetapi agar lebih jelas lagi mari kita simak pengertian sehat menurut WHO (World Health Organization).
Selama beberapa dekade terakhir, pengertian sehat masih belum ada kesepakatan dari para ahli kesehatan maupun tokoh masyarakat dunia maka dari itu WHO membuat definisi universal yang menyatakan bahwa pengertian sehat adalah suatu keadaan kondisi fisik, mental, dan kesejahteraan sosial yang merupakan satu kesatuan dan bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan.
            Didalam kesehatan ini terdapat konsep-konsep yang telah dikembangkan berdasarkan beberapa dimensi, diantaranya;
1.       Dimensi Emosional
Merupakan hasil campuran dari rasa takut, gelisah, marah, sedih, dan senang.
2.      Dimensi Intelektual
Dapat memecahkkan suatu masalah dengan pikiran yang tenang.
3.      Dimensi Sosial
Seseorang yang dapat melakukan perannya dalam ruang lingkup yang besar dan juga dapat berinteraksi dengan baik.
4.      Dimensi Fisik
Suatu kondisi tubuh yang diharuskan dengan kondisi tubuh yang sehat.
5.      Dimensi Spiritual
Spiritual merupakan kehidupan kerohanian. Dengan menyerahkan diri dengan besujud atau berdoa sesuai kepercayaan agama masing-masing.

SEJARAH PERKEMBANGAN KESEHATAN MENTAL
®    Dimulai dari Zaman Purba atau Pra-sejarah
Pada zaman ini, orang purba menganggap penyakit mental seperti penyakit fisik dan menyangka bahwa penyakit tersebut adalah pengaruh dari roh jahat atau sebuah kutukan dari Tuhan. Kemudian orang purba ini mengobatinya melalui kekuatan supra natural, namun jika pasien yang merugikan atau tidak dapat disembuhkan maka akan dibunuh atau dibiarkan meninggal.
®    Peradaban Awal 5000SM- 500M
Di zaman ini, gangguan mental diatasi dengan pendekatan supranatural oleh tukang sihir, upacara agama, persembahan dewa, dsb. Namun dibeberapa belahan dunia seperti Babylonia, Mesir, Yahudi, Persia, China, India serta Yunani mulai mengalami perkembangan di bidang kedokteran. Berikut pandangan baru tentang gangguan jiwa menurut para filsuf Yunani, yaitu;
a.      Hipokrates, menganggap perilaku abnormal disebabkan oleh gangguan pada otak.
b.      Galenus (melanjutkan gagasan dari Hipokrates), menyatakan bahwa manusia mempunyai 4 tipe yang berdasarkan cairan tubuh (Chole, Melanchole, Phlegma, dan Sanguis).
c.       Cicero, menyatakan bahwa emosi pada manusia dapat menyebabkan penyakit fisik.
®    Abad Pertengahan atau Abad Gelap
Pada zaman ini, kita mengalami kemunduran ilmu pengetahuan di Eropa terutama di peradaban Yunani-Romawi, dimana demonologi hidup kembali. Hal itu diperkuat dari pendekatan teologis dimana seseorang yang dihukum oleh Tuhan maka dia akan mengalami gangguan jiwa seperti kerasukan setan dan menjual jiwanya untuk mendapatkan kekuatan gaib atau sihir. Pasien yang membahayakan di zaman ini dihukum, disiksa, dijual atau diusir. Namun di zaman ini teori psikiatri dan tritmen untuk penderita gangguan mental berkembang di bidang psikologi muslim dan kedokteran Islam. Tepatnya pada abad ke-8, RS psikiatri pertama dibangun oleh psikiater Persia, Rhazes, di Baghdad. Berlawanan dengan paham demonologi, di dalam Islam terdapat etika yang mengajarkan sikap simpatik (Al-Qur’an surat 4:5).
®    Abad  ke 17-20
Di zaman ini pendekatan demonologis mengalami perubahan menjadi pendekatan ilmiah, dimana gangguan jiwa dianggap sebagai penyakit. Di Inggris, Italia, Perancis, dan Amerika terjadi perlawanan terhadap pemasungan dan pemenjaraan pasien jiwa. Pada tahun 1950, organisasi mental hygiene terus bertambah, yaitu dengan berdirinya National Association for Mental Health. Gerakan mental hygiene ini terus berkembang sehingga pada tahun 1975 di Amerika terdapat lebih dari seribu perkumpulan kesehatan mental. Dibelahan dunia lainnya, gerakan ini dikembangkan melalui The World Federation for Mental Health dan The World Health Organization.

PENDEKATAN-PENDEKATAN KESEHATAN MENTAL
a.      Pendekatan Orientasi Klasik
Pada pendekatan orientasi klasik, pengertian sehat kurang memadai untuk digunakan dalam konteks psikologi. Mengatasi kekurangan tersebut maka dikembangkan pengertian baru dari kata sehat. Dimana orang yang memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungannya dapat digolongkan sehat mental. Sebaliknya orang yang tidak dapat menyesuaikan diri digolongkan sebagai tidak sehat mental. Berikut kelemahan dari Orientasi ini, yaitu; (1) Simptom-simptom bisa terdapat juga pada individu normal, (2) Rasa tidak nyaman dan konflik bisa membuat individu berkembang dan memperbaiki diri, (3) Sehat atau sakit, tidak bisa didasarkan pada ada atau tidaknya keluhan.
b.      Pendekatan Orientasi Penyesuaian Diri
Menurut Menninger, penyesuaian diri adalah perubahan dalam diri yang diperlukan untuk mengadakan hubungan yang memuaskan dengan orang lain atau lingkungan. Dalam orientasi ini, individu bertingkah apa adanya sesuai budaya setempat. Ukuran sehat pada orientasi ini didasarkan pada hubungan antara individu dengan lingkungannya. Seseorang yang digolongkan tidak sehat atau sakit mental bisa dianggap sehat atau tidak sakit mental dalam masyarakat lain. Berdasarkan orientasi penyesuaian diri, kesehatan mental perlu dipahami sebagai kondidi kepribadian seseorang secara keseluruhan. Penentuan derajat kesehatan mental seseorang bukan hanya berdasarkan jiwanya tetapi juga berkaitan dengan proses pertumbuhan dan perkembangan seseorang dalam lingkungannya.
c.       Pendekatan Orientasi Pengembangan Potensi

 Dalam psiko-terapi (Perawatan Jiwa) ternyata yang menjadi pengendali utama dalam setiap tindakan dan perbuatan seseorang bukanlah akal pikiran semata-mata, akan tetapi yang lebih penting dan kadang-kadang sangat menentukan adalah perasaan. Telah terbukti bahwa tidak selamanya perasaan tunduk kepada pikiran, bahkan sering terjadi sebaliknya, pikiran tunduk kepada perasaan. Dapat dikatakan bahwa keharmonisan antara pikiran dan perasaanlah yang membuat tindakan seseorang tampak matang dan wajar. Sehingga dapat dikatakan bahwa tujuan Hygiene mental atau kesehatan mental adalah mencegah timbulnya gangguan mental dan gangguan emosi, mengurangi atau menyembuhkan penyakit jiwa serta memajukan jiwa. Menjaga hubungan sosial akan dapat mewujudkan tercapainya tujuan masyarakat membawa kepada tercapainya tujuan-tujuan perseorangan sekaligus. Kita tidak dapat menganggap bahwa kesehatan mental hanya sekedar usaha untuk mencapai kebahagiaan masyarakat, karena kebahagiaan masyarakat itu tidak akan menimbulkan kebahagiaan dan kemampuan individu secara otomatis, kecuali jika kita masukkan dalam pertimbangan kita, kurang bahagia dan kurang menyentuh aspek individu, dengan sendirinya akan mengurangi kebahagiaan dan kemampuan sosial.

B. TEORI KEPRIBADIAN SEHAT
Beberapa aliran tentang kepribadian sehat, yaitu;
1.       Aliran psikoanalisa
Pada aliran psikoanalisa melihat manusia dari alam bawah sadar (id, ego, super ego), mimpi dan masa lalu. Di aliran ini mengabaikan potensi yang dimiliki oleh manusia. Pandangan kaum psikoanalisa hanya memberi kita sisi yang sakit atau kurang, karena hanya berpusat pada tingkah laku yang neuritis dan psikotis. Sigmund Freud beserta orang-orang yang mengikuti ajarannya mempelajari kepribadian yang terganggu secara emosional, bukan yang paling baik, atau kepribadian yang sehat. Jadi, aliran ini memberi gambaran pesimis tentang kodrat manusia dan manusia dianggap sebagai korban dari tekanan-tekanan biologis dan konflik masa kanak-kanak.
2.      Aliran behavioristik
Aliran behaviorisme memperlakukan manusia sebagai mesin, yaitu di dalam suatu sistem kompleks yang bertingkah laku menurut cara-cara yang sesuai dengan hukum. Dalam pandangan kaum aliran ini, manusia digambarkan sebagai organisme yang bersifat baik, teratur dan ditentukan sebelumnya dengan banyak spontanitas, kegembiraan hidup, berkreativitas seperti alat pengatur panas. Jadi, di aliran ini manusia dilihat sebagai orang-orang yang memberikan respons secara pasif terhadap stimulus-stimulus dari luar dan manusia dianggap tidak memiliki diri sendiri.
3.      Aliran humanistik
Psikologi humanistik merupakan salah satu aliran dalam psikologi yang muncul pada tahun 1950-an, dengan akar pemikiran dari kalangan eksistensialisme yang berkembang pada abad pertengahan. Psikologi humanistik muncul sebagai reaksi atas aliran psikoanalisis dan behaviorisme serta dipandang sebagai “kekuatan ketiga“ dalam aliran psikologi. Kalangan Behavioristik meyakini bahwa semua perilaku dikendalikan oleh faktor-faktor eksternal dari lingkungan. Ada empat ciri psikologi yang berorientasi Humanistik, yaitu:
a)    Memusatkan perhatian pada person mengalami, dan karenanya berfokus pada pengalaman sebagai fenomena primer dalam mempelajari manusia.
b)   Member tekanan pada kualitas-kualitas yang khas manusia, seperti kreativitas, akutalisasi diri, sebagai lawan pandang tentang manusia yang mekanistis dan reduksionistis.
c)     Menyadarkan diri pada kebermaknaan dalam memilih masalah - masalah yang akan dipelajari dan prosedur - prosedur penelitian yang akan digunakan.
d)    Memberikan perhatian penuh dan meletakkan nilai yang tinggi pada kemuliaan dan martabat manusia serta tertarik pada perkembangan potensi yang inheren pada setiap individu. Selain Maslow sebagai tokoh dalam Psikologi Humanistik, juga Carl Rogers, yang terkenal dengan client - centered therapy.



Sumber :
Brennan, James F.2006.Sejarah dan Sistem Psikologi.Jakarta:PT.Raja Grafindo
Siswanto.2007.Kesehatan Mental.Yogyakarta:Andi Yogyakarta
Baihaqi, MIF.2008.Psikologi Pertumbuhan, Kepribadian Sehat Untuk Mengembangkan Optimisme.Bandung:PT.Remaja Rosdakarya

Senin, 28 Desember 2015

CONTOH CV Ver. Video

Haii Semua.. kini saya akan memberikan contoh cv ver. video
Mungkin kaga bagus-bagus amat tapi maybe video ini jadi panutan kalian untuk membuat video yang lebih bagus >///<






Selasa, 10 November 2015

Berpolitik Di Zaman Sos-Med

Politik? Apasih itu?
Secara singkatnya politik itu suatu metode atau cara untuk bisa meraih apa yang dituju. Contohnya itu pada pilkada serentak yang akan dilaksanakan desember nanti. Para pasangan calon pilkada mulai berbondong-bondong mempromosikan dirinya dan pasangannya dengan cara ber-kampanye. Akan tetapi di jaman yang serba canggih ini tidak cukup hanya ber-kampanye dengan berkeliling daerah saja. Di jaman yang apa-apa update ke sosial media atau biasa kita sebut sosmed ini membuat para pasangan calon pilkada juga senantiasa berkampanye di sosmed, lho?! Namun tidak hanya kali ini saja para politikus ber-kampanye, kita bisa liat 2014 lalu dimana pasangan jokowi-jk dan pasangan prabowo-hatta juga menggunakan sosmed untuk ber-kampanye.

Lihatlah gambar dibawah ini, dimana para capres sedang berpidato dihadapan rakyat.


Lalu, lihatlah gambar berikut! Dimana para capres memanfaatkan media sosial masing-masing untuk berkampanye.


Sejauh yang saya tahu belum ada penelitian tentang ke-efektivitas-an mana berkampanye secara langsung/nyata maupun dengan memanfaatkan sosmed. Tetapi dengan memanfaatkan keduanya-pun mungkin lebih baik. Melihat kecepatan internet Indonesia yang terus membaik, dan meluasnya adopsi smartphone hingga ke seluruh penjuru Tanah Air, bisa dipastikan peran media sosial dalam persaingan politik di Indonesia akan kian menguat. Bisa jadi, fenomena di tingkat nasional saat ini akan diduplikasi oleh elite-elite tingkat lokal.
Mungkin itu saja pendapat saya tentang memanfaatkan dunia maya dalam bidang politik.

Berikut beberapa video hasil kreativitas anak bangsa tentang kampanye yang mengundang decak kagum, keren dan kadang juga jenaka.










sumber :
http://teknologi.metrotvnews.com/read/2014/07/04/261288/kampanye-politik-di-media-sosial-prabowo-vs-jokowi

Selasa, 17 Maret 2015

PERTEMUAN 1


TULISAN 1



A. "KOMPAS.com - Vendor smartphone Tiongkok, Xiaomi juga akan terjun ke pasar smartwatch. Perangkat tersebut saat ini baru diberi nama sederhana, Xiaomi Smart Watch.
Untuk mewujudkannya, Xiaomi disebut bekerjasama dengan perusahaan rintisan yang selama ini telah mengembangkan perangkat gelang pintar Mi Band, yaitu Huami. Perangkat jam tangan pintar itu akan menjadi kepanjangan dari gelang pintar yang saat ini telah dijual Xiaomi. Jam tangan pintar itu akan menggunakan desain dengan materi berbaham logam dan diprediksi memiliki unit jam berbentuk bundar.

"Industri smartwatch sudah populer, dan kini bentuk bundar klasik menjadi yang paling populer," demikian ujar Huang Wang, CEO Huami seperti dikutip KompasTekno dari Gizmo China, Sabtu (14/3/2015).

Smartwatch Xiaomi akan lebih "pintar" dari jam cerdas kebanyakan karena ia akan dibekali teknologi pencatatan kesehatan dengan akurasi tinggi. Pencatatan yang presisi ini masih sulit diwujudkan oleh smartwatch yang beredar saat ini.  Untuk mendapatkan pencatatan data kesehatan pengguna yang memiliki akurasi tinggi, jam tangan pintar harus dipasang secara solid dan posisinya harus tepat.

Apple yang selama ini telah melakukan banyak kemajuan dalam teknologi pencatatan kesehatan di Apple Watch saja harus menanggalkan beberapa fungsi yang terkait dengan kesehatan. Menurut Huang, teknisi di Huami mengatasi masalah umum di smartwatch tersebut. Caranya, dengan menggunakan teknologi gelombang sinyal untuk sensor-sensor kesehatan yang dipakai smartwatch Xiaomi.

Namun teknologi tersebut saat ini masih menghadapi dua permasalahan, yaitu polusi cahaya dan konsumsi daya yang tinggi. Sekali lagi, Huang yakin dengan berbekal pengalamannya selama ini membuat berbagai peranti konsumer elektronik, seperti MP4, GPS, dan PDA, perusahaannya mampu membuat produk yang bagus dan terjangkau, dengan desain yang keren pula.

Dari sisi software, Huami akan memberikan software terbaik yang bisa dibuat oleh para insinyurnya untuk smartwatch Xiaomi. "User experience (smartwatch Xiaomi) akan menjadi yang terbaik," ujar Lin Bin, CEO Xiaomi beberapa waktu lalu."


Kesimpulan : 
" Xiaomi vendor smartphone tiongkok ini telah mengeluarkan smartwatch bekerjasama dengan perusahaan yang selama ini telah mengembangkan perangkat gelang pintar Mi Band, yaitu Huami. Smartwatch Xiaomi ini dilengkapi dengan teknologi pencatatan kesehatan yang lebih akurat dibanding smartwatch merek lain karena menggunakan teknologi gelombang sinyal untuk sensor-sensor kesehatan. Namun teknologi tersebut masih terhambat dua permasalahan yaitu polusi cahaya dan konsumsi daya yang tinggi."

Tanggapan :
"Menurut saya, memiliki smartwatch ini adalah hal yang luar biasa bagi penggunanya. Akan tetapi jika fungsi utama yang ditunjukan adalah pencatatan kesehatan, kenapa tidak membuatnya secara terpisah saja? agar lebih lebih akurat dalam pencatatannya. Dan jikapun kita melihat masa depan yang perkembangan teknologinya semakin canggih maka handphone atau hape akan menghilang lama kelamaan."


B. 'Anak laki-laki menunjukan kreatifitas yang lebih besar dari anak perempuan, terutama setelah berlalunya masa anak-anak' : Menurut saya Ya, sebab ide yang dikeluarkan anak laki-laki lebih banyak dibanding anak perempuan. Seperti chef-chef di restoran ternama bukan seorang anak perempuan melainkan seorang anak laki-laki. Kenapa? Menurut kabar yang beredar bahwa anak perempuan jika melakukan sesuatu hal harus sesuai dengan mood-nya sedangkan anak laki-laki jika melakukan sesuatu hal itu karena suka-nya pada hal tersebut.


sumber :
http://tekno.kompas.com/read/2015/03/16/12213037/Xiaomi.Siapkan.Smartwatch.yang.Lebih.Pintar